Cerita Tentang Mandi dan Kamar Mandi
April 22, 2012 · Article, Ary Indra, Blog, HOME BUILDING & REMODELLING, HOME DESIGN & DECORATION, HOME MAINTENANCE & REPAIR, Inspiration, Interior, Uncategorized
Mandi adalah sebuah aktivitas budaya.
Beberapa suku budaya menjadikan mandi sebagai salah satu bagian prosesi penyucian diri warganya. Warga kampung Naga di Jawa Barat, memiliki tradisi beberesih atau mandi pada hari besar agama, sebelum ziarah ke makam leluhur. Dalam hikayat Jawa yang terkenal, Joko Tarub memperoleh istri setelah mencuri selendang seorang bidadari yang sedang bercengkrama mandi di bumi.
Sumber Gambar: AxorStarck Bathroom for Hansgrohe from Trendir
Dari kisah-kisah tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa mandi sebagai aktivitas membersihkan diri adalah ritual yang tidak pernah lepas dari cerita hidup manusia. Tanpa peduli strata sosial dan ekonomi, mandi adalah kemewahan hidup yang dapat dimiliki oleh siapa saja. Aktivitas yang sederhana dan universal, berkembang ketika manusia memerlukan ruangan untuk menjaga privasinya saat mandi. Dari awal yang semudah mengguyurkan air ke tubuh, mandi berkembang menjadi ‘prosesi’ khusus. Dapat dimengerti jika kamar mandi dalam sebuah rumah akhirnya tumbuh menjadi area penting di mana kehidupan sehari-hari berhulu dan bermuara.
Dulu, kamar mandi adalah bagian yang diletakkan jauh dari aktivitas utama rumah tangga, sebuah ruangan dengan WC di satu sudut dan sekotak bak mandi di sudut lainnya. Aktivitas pembuangan (yang diwadahi oleh WC) dan aktivitas pembersihan (yang diwadahi oleh bak mandi) berbaur menjadi satu. Kamar mandi adalah sebentuk area tempat kita bergaul dengan air dan basah. Belum mandi rasanya kalau belum basah lantainya, sebuah pameo yang sering terdengar dulu. Kini? Tidak sama lagi. Tuntutan hidup yang semakin tinggi menjadikan kamar mandi tumbuh menjadi area yang tertata rasional. Tidak hanya bak mandi dan WC, kamar mandi modern bisa memasukkan tempat cuci tangan, bathub, meja rias, bahkan lemari pakaian dalam program ruangnya. Diletakkan bersatu dengan kegiatan utama dalam rumah tangga; kamar mandi modern adalah sebuah area ‘kering’, yang sederajat dengan ruang lain dalam rumah tangga.
Kegiatan mandi (umumnya) adalah aktivitas soliter, hanya ada tubuh dan pikiran kita di dalamnya. Pada saat mandi, kita hanya seorang sendiri, sehingga lebih dari sekedar membersihkan diri. Kamar mandi bagi beberapa orang menjadi tempat merenung dan menggali pemikiran terdalam. Kemewahan yang jarang didapat ketika gaya hidup manusia yang sangat sosial tidak dapat melepaskan dirinya dari interaksi yang konstan dengan orang lain. Kebutuhan yang berkembang ini membuka kesempatan untuk mengatur kamar mandi dengan cara yang tidak biasa. Di samping mandi, kamar ini menjadi ‘ruang duduk’ kedua, tempat kita bisa membaca. Dilengkapi dengan pencahayaan, rak buku sejangkauan tangan dan suasana yang mendukung, aktivitas duduk di WC berfungsi ganda saat di mana kita bisa memiliki waktu untuk menyelesaikan bacaan yang sudah sekian lama tertunda. Kegiatan mandi menjadi lebih produktif dari yang biasanya terjadi.
Sumber Gambar: Home Style Property
Mandi adalah waktu di mana manusia bisa kembali ke alam, sesuai dengan hakekatnya melepaskan semua tempelan duniawi di tubuh kita. Karenanya membuka diri ke alam bebas pada kamar mandi modern menjadi sebuah keharusan, tidak terbatas hanya pencahayaan alami ataupun ventilasi yang terbuka. Beberapa rumah yang beruntung memiliki kemewahan lahan berlebih dan privasi tidak terbatas, membuka kemungkinan membuat kamar mandi terbuka yang menjadi satu dengan alam. Mandi mengembalikan hakekat manusia sebagai mahluk yang telanjang, menghadapi alam sama seperti saat pertama dilahirkan. Sehingga beberapa desain kamar mandi modern justru memutar balikkan istilah ‘masuk ke kamar mandi’, menjadi ‘ke luar ke kamar mandi’. Karena bukan ruang tertutup yang akan kita hadapi, melainkan sebuah area di mana kita bisa membersihkan diri di alam terbuka, menikmati langit, merasakan udara bebas, bahkan memandangi pepohonan di halaman tetangga.
Sumber Gambar: Monroestbistro
Pada saat mandi, manusia mengajar diri untuk tidak malu, bersyukur atas apa yang dimilikinya. Memandang tubuh dalam keadaan apa adanya hanya dapat dilakukan saat pikiran kita terbuka dan tidak tersaputi keinginan berpura-pura. Beberapa desain kamar mandi yang menarik, menterjemahkan ini dengan meletakkan elemen cermin untuk dapat mendukung aktivitas self-surveillance yang rutin dilakukan minimal 2 kali sehari ini. Beberapa rumah tangga dengan privasi yang tinggi bahkan menafsirkan keterbukaan ini lebih jauh lagi dengan desain kamar mandi yang secara visual seolah ‘tanpa batas’ memberi kesempatan hanya kepada orang-orang terdekat untuk bersama-sama menikmati indahnya anugrah alam.
Keberagaman penafsiran akan aktivitas mandi ini kemudian membuka peluang akan terciptanya desain dan penataan area mandi yang semakin beragam dan tidak terpikirkan sebelumnya. Kamar mandi menjadi sebuah ekspresi pribadi yang tidak kalah pentingnya dibandingkan keberadaan sebuah ruang hobi dalam hunian rumah tinggal. Letaknya yang semakin dekat dengan aktivitas lain di rumah, bukan hanya karena semakin kecilnya rumah masa kini, tapi juga tingkat kepentingannya yang semakin tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Keindahan menjadi perhatian utama. Material yang digunakan tidak lagi terbatas hanya pada pelapis lantai dan dinding teraso berwarna kelabu seperti masa lalu, membuka eksplorasi yang lebih terbuka pada material dengan berbagai macam tekstur dan warna. Elemen natural, bahan pabrikan, atau bahkan gabungan keduanya menjadi sumber inspirasi tak ada habisnya dalam sebuah desain kamar mandi modern.
Sumber Gambar: Villa Astrid from Interiorrespector
Tidak dapat dipungkiri wajah kamar mandi adalah cerminan budaya jaman. Dari awalnya yang sederhana sebagai tempat ‘pembersihan’ dan ‘pembuangan’, kamar mandi kini sudah bermetamorfosa jauh dengan beragam pesan jaman yang dibawanya. Ingat era tahun 80 an di mana harga minyak melambung dan kesejahteraan masyarakat berada di puncak tertinggi? Di saat itu kamar mandi idaman bagi orang berpunya adalah ruangan dengan bathub besar, di mana pemiliknya dapat berendam menikmati berlimpah hidupnya sambil merawat tubuhnya. Di tahun 90-an ketika budaya berlibur mulai merasuki masyarakat kelas menengah, beramai-ramai kamar mandi diterjemahkan sesuai destinasi favorit yang pernah dikunjungi. Di saat itu area mandi dengan sentuhan Jawa atau Bali menjamur di mana-mana lengkap dengan batu alam dan ornamen kayu di dalamnya. Dan kini di awal abad ke 21, ketika usia bumi mulai dikhawatirkan dan issue penghematan menjadi topik utama yang dibicarakan, kamar mandi yang efisien menjadi pilihan, menghilangkan bathub yang sempat menjadi primadona dan menggantinya dengan ruang shower yang ekonomis berpemanas matahari.
Sumber Gambar: Kitchen-Place
Sudah lewat masanya ketika dikunci di kamar mandi (yang gelap dan lembab) menjadi hukuman yang menakutkan bagi anak-anak. Di jaman ini, berada di dalam kamar mandi justru adalah saat yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian besar orang. Kamar mandi tidak lagi sekedar tempat untuk mandi, tapi ruangan bermuatan ‘spiritual’ untuk me-recharge diri. Masuk ke kamar mandi adalah membuang jauh-jauh dunia yang penat dan melelahkan itu di belakang kita; menggantinya dengan energi baru yang menginspirasi.






