Rahasia Menata Ruang Keluarga Agar Selalu Rapi dan Nyaman

June 25, 2012 · Article, Blog, HOME DESIGN & DECORATION, Inspiration, Interior, Kontributor, Uncategorized, Windry Ramadhina

Apakah ruang keluarga di rumah Anda selalu tampak penuh? Buku, koran, dan majalah menumpuk di atas meja bersama komputer dan berkas pekerjaan kantor yang dibawa pulang; kabinet tertutup macam-macam barang; mainan anak berserakan di sudut-sudut, sama halnya dengan sepatu dan tas. Begitu penuhnya ruangan itu sampai-sampai Anda segan mempersilakan masuk tamu atau kerabat yang sedang berkunjung.

Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Banyak ruang keluarga yang tampil sesak. Tetapi, tidak sedikit pula yang tampak lengang dan rapi. Bukan berarti pemilik ruang keluarga itu tidak senang membeli pajangan meja seperti Anda, atau tidak punya anak kecil, atau jarang menempati rumahnya. Ruang keluarga itu apik seperti di dalam katalog interior semata-mata karena sang pemilik tahu bagaimana cara menyimpan–dan barangkali menyembunyikan–barang-barangnya.

Nah, berikut adalah beberapa kiat sederhana untuk menyulap ruang keluarga Anda menjadi lebih tertata.

 

Multifungsi

Sebelum mendekorasi living room, Anda perlu memastikan berapa banyak barang yang akan disimpan dalam ruangan tersebut. Beberapa orang senang membaca dan memiliki koleksi buku yang sangat banyak. Yang lain hobi mengumpulkan pernak-pernik cantik yang didapat saat traveling. Ada juga yang bekerja di rumah, namun tidak memiliki ruang kerja khusus. Buatlah daftar untuk barang-barang tersebut. Dengan begitu, Anda tahu sebesar apa ruang yang diperlukan sebagai penyimpanan.

Idealnya, kita mendesain ruang keluarga sebagai ruang multifungsi. Pada masa sekarang, ruang keluarga tidak hanya menjadi tempat bagi keluarga untuk berkumpul. Di banyak rumah dan apartemen berukuran kecil yang tidak memiliki banyak ruangan, ruang keluarga juga dimanfaatkan sebagai tempat menerima tamu, tempat bekerja, tempat bermain bagi anak, dan tempat penyimpanan.

 

Ruang-ruang yang Tidak Terpakai

Carilah sisa lahan yang tidak terpakai di ruang keluarga, yang seringkali disebabkan karena desain, seperti ruang di bawah tangga atau ceruk di antara dua tiang. Anda bisa meminta kepada desainer interior untuk dibuatkan perabot khusus agar ruang-ruang tersebut dapat diisi barang.

Ruang di bawah tangga bisa disulap menjadi apa saja. Tempat penyimpanan sepatu, salah satunya. Atau, gudang mainan anak. Atau, dapat juga dimanfaatkan untuk lemari buku. Barangkali Anda tertarik untuk menutupnya dengan panel, lalu menggantung televisi di sana. Jika demikian, pastikan panel tersebut didesain agar bisa dibuka dan di bagian dalamnya terdapat rak atau laci.

 

Sumber Gambar: Jendela Putih

 

Sumber Gambar: Jendela Putih

 

Sementara itu, Anda juga dapat menggantungkan beberapa papan di ceruk di antara dua tiang. Dengan begitu saja, Anda sudah memiliki rak yang dapat diisi dengan barang. Letakkan pula sebuah kabinet atau peti rotan berukuran besar di bawah rak-rak itu. Atau, apabila Anda menginginkan perabot yang lebih rapi, Anda dapat menyamarkan keberadaan ceruk tersebut dengan lemari yang utuh dari lantai hingga langit-langit ruangan.

Jika tidak menemukan ruang yang tersisa di ruang keluarga, Anda dapat membuat gudang yang tersembunyi, misalnya dengan memanfaatkan sebuah lemari besar yang memenuhi salah satu dinding dan bagian mukanya disamarkan sehingga sekilas tidak tampak. Tamu-tamu Anda akan melihatnya sebagai dinding. Kenyataannya, Anda menyembunyikan rak-rak dan laci-laci di baliknya. Ruang keluarga Anda akan menjadi lebih kecil, tetapi–di sisi lain–lebih rapi.

 

Sumber Gambar: Apartment Therapy

 

Cara menyamarkan gudang tersebut tidak sulit. Anda hanya perlu melapisi bagian mukanya dengan wallpaper, kayu, cermin, kaca berwarna, atau gambar–tergantung selera.

 

Atau, Sebaliknya, Terekspos

Rak atau lemari yang tidak tersembunyi pun bisa tampak apik. Pilih salah satu dinding di ruang keluarga Anda untuk dijadikan rak atau lemari tanpa pintu, lalu pisahkan ruang-ruang di dalamnya menjadi beberapa bagian. Letakkan barang-barang secara berkelompok di bagian masing-masing. Lebih baik lagi jika Anda bisa menyusunnya sesuai warna dan menyelipkan beberapa aksen. Dengan demikian, rak atau lemari tersebut akan tampak teratur dan menarik.

 

Sumber Gambar: Architect House Designs

 

Perabot Sekaligus Tempat Penyimpanan

Perabot dapat pula dimanfaatkan untuk menyimpan barang. Pastikan Anda menggunakan perabot yang punya fungsi tambahan. Misalnya, meja kopi yang bagian bawahnya berfungsi sebagai tempat majalah atau sofa di mana dudukannya dapat dibuka dan bagian dalamnya menyerupai peti penyimpanan.

Kini banyak perabot sejenis dijual di toko-toko. Jika Anda tidak menemukan meja atau sofa semacam itu, desainer interior bisa membuatkannya untuk Anda.

 

Sumber Gambar: Shelterness

 

Sesuatu yang Unik

Beberapa orang menyukai tempat penyimpanan yang tidak biasa. Jika Anda merupakan salah satu di antara mereka, maka sebuah koper kuno dari kulit akan menjadi peti buku yang unik di ruang keluarga Anda. Pada waktu yang bersamaan, koper itu dapat berfungsi sebagai meja kopi dan aksen menarik di dalam ruangan.

Sumber Gambar: Channel 4

Ide lainnya, barisan atau tumpukan keranjang rotan aneka warna pastel akan tampak manis di bawah kabinet atau meja. Ide lain lagi, sediakan ruang khusus di ruang keluarga untuk dijadikan tempat penyimpanan, barangkali di sudut atau di salah satu sisi ruangan, lalu tutupi dengan tirai bercorak cantik yang terjurai dari langit-langit hingga lantai.

Tidak hanya itu. Silakan bereksplorasi dan saya yakin Anda akan menemukan ide-ide orisinal yang lebih unik.